Selasa, 19 Mei 2026
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Desa Larui Menyalurkan BLT DD Triwulan 1
Mei 19, 2026
No comments
Larui, Pemerintah Desa Desa Larui melaksanakan penyaluran Bantuan
Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 kepada masyarakat penerima
manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar serta dihadiri
oleh unsur pemerintah desa dan pihak pendamping.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Edy
Wahyudy yang didampingi oleh Pendamping Kecamatan Porehu Suparman, Pendamping
Desa Masran, serta Bhabinkamtibmas Bripka Arman. Kehadiran para pendamping dan
aparat keamanan bertujuan memastikan proses penyaluran bantuan berjalan
transparan, aman, dan tepat sasaran.
Sebanyak 3 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan
BLT Dana Desa dengan rincian Rp.300.000 per KPM dalam 1 bulan yang disalurkan selam 3 bulan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang
membutuhkan dukungan ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu
memenuhi kebutuhan pokok warga dan meringankan beban ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa
menyampaikan harapan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga. Pemerintah Desa Larui juga berkomitmen
untuk terus menjalankan program bantuan sosial secara terbuka, akuntabel, dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(Masran)
Senin, 18 Mei 2026
Kondisi Jalan Desa Larui
Larui, sebuah desa yang terletak di antara lembah-lembah gugusan pegunungn Verbeck. Dimana desa ini pada wilayah Kec.Porehu Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.Untuk mencapai Larui dari ibukota Kec.Porehu (Desa Bangsala), dan dari ibukota kabupaten, Lasusua, ke ibukota Kec.Porehu membutuhkan waktu sekitar 3 jam - 4 jam.Sementara kondisi jalan menuju Larui, membutuhkan jarak tempuh sekitar 20 Km dengan kondisi jalan yang memprihatikan. Kndisi cukup memperhatinkan dengan kondisi jalan tanah / kerikil (pengerasan), sehingga kadang warga untuk mencapai ibukota harus berjalan kaki, apalagi kalau musim hunaj, dimana kendaraa roda dua sulit mengkases.Beberapa ruas jalan yang juga sering longsor, ditambah dengan jembaan yang kalau diuapi air banjir, sehingga akses ke Lauri dari ibukota kecamatan atau dari desa terdekat, sulit diakses. (andri)
Langganan:
Postingan (Atom)












